Posted by: deatantyo | December 2, 2016

SAYA & KRISTIANI

SAYA DAN KRISTIANI
@DeaTantyo

Namanya Andre. Kalo orang nanya siapa slh satu temen masa kecil paling sohib. Jawabannya ya Andre ini. Beda 4 rumah dr saya. Partner saya di lapangan hijau, kalo saya Cantona, dia Paul Scholesnya. Saya pernah makan di rumah dia, dia pernah makan di rumah saya. Kita deket betul. Sampai ibunya, bapaknya, om dan donald adenya deket dgn saya. Ya, mereka satu keluarga kristen, adapun saya seorg muslim.

Namanya Andi. Yg ini temen kantor beda unit. Kalo kebetulan lg rapat project bareng dan rapatnya kaku, lah kita yg bikin rame (dan tambah cengir2). Bayangin, temen mana yg berani ledek-ledekan di depan situasi formal? Gatau knp saya dan dia klop kalo ketemu. Betul, dia kristen, adapun saya muslim.

Namanya Bu Tina. Di kantor saya dan beliau duet menjaga ketertiban dunia: Saya CEO yg act as koordinator Bus kantor. Beliau purser, yg ngatur ketertiban dlm pesawat. Tipikal ibu yg ringan betul bantu orang. Percaya atau gak, pernah di dlm bus, berjualan buku keliling dr dpn smp belakang. Apa yg dijual? Buku saya. Tanpa diminta dan mengharapkan apa-apa. Siapa yg ga luluh digituin. Tapi yg lbh hebat ini: Di bulan ramadhan, beliau ambil alih hampir sekilo kurma, dan rela ngebungkusin satu per satu buat ta’jil pasukan. Sendirian. Apa agama beliau? kristen, sedang saya seorang muslim

Atau bude jauh saya, dgn putra semata wayang bernama Sammy. Sammy ini my partner in crime masa kecil. Pernah berantem bareng vs anak kampung yg gak terima saat kita menang maen bola. Yg bahagia betul jika kita jumpa. Yg kecewa betul klo saya ga bisa nginep di rumahnya. (Dan smpe hari ini sy blm kesempatan nginep di rumahnya). Gmn Momnya? Sayang betul sm saya. Yg selalu nyiumin Dea kecil tiap jumpa.

Bukankah ini yg disebut ‘persaudaraan?’, bukankah ini makna damai sesungguhnya? Tak ada saling menistakan diantara kita, tak ada saling cemooh kitab agama lain, tak pernah terlintas utk saling menyakiti, tak terpikir utk menyinggung keyakinan ‘saudaranya’… Yg tersisa hanya saling menghormati, bahkan saling menyayangi.

Klo sudah begini bukankah kita kan saling menjaga? Bukankah kau akan merasakan pula keperihan yg akhir-akhir ini sedang dirasakan sesama saudara kita?

Orang tua mana yg rela menyakiti anaknya? Guru teladan mana yg rela memaki muridnya? Pemimpin mana yg rela melukai rakyatnya?

Bukan Al Quran untuk Islam. Bukan Dunia untuk Islam. Tapi Al Quran dan Islam untuk dunia. Sungguh kita rindu perdamaian & hidup berdampingan dgn yang lain.

***
Bukankah temen-temen punya pengalaman indah yg sama?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: