Posted by: deatantyo | December 2, 2016

Review Extraordinary – Towy Aryanosa

“HATTA & YAMIN”

Pengen meluk sohib yang bikin review keren ini.

Namanya Towy Aryanosa, takdir pernah membersamai kami dalam 1 kampus meski beda jurusan dan 1 asrama beasiswa kepemimpinan PPSDMS. Orang hebat tapi humble. Cerdas tapi selow. Beruntung pernah mendengar retorika argumennya yg keren di asrama, atau opininya saat nyampein gagasan di depan forum.

Di kampus, saya ngeliat Towy ngebawa gen Moh. Yamin muda. Yang opininya kuat saat mimpin sidang Republik. Nyaris kebalikan Bung Hatta yg kalem tapi tajam.

Hebatnya kedua tokoh ini pernah bersatu dalam duet panas debat konstitusional di sidang BPUPKI. Yamin feat. Hatta kokoh melawan Soekarno yg berduet dgn Soepomo saat itu.

Tapi apakah persamaan itu selalu berjalan mesra? Ngga juga. Yamin, Hatta, Soekarno, Hamka, Natsir, pernah saling berbeda. Tapi kita semua tahu, akhir perdebatan founding fathers selalu persatuan dlm makna leksikalnya, bahkan dalam makna ruhaninya.

Saya dan Towy saat ini hampir tak lagi pernah bertemu. Tapi orang hebat itu, masih aja rela baca buku corat-coret saya ttg Founding Fathers. Dan bahkan mengirim review yg lebih keren dari bukunya sendiri.

Thanks my man, buat kerendahan hati nulis testimoni ini. Thx juga buat buku Pram yg terbang ke rumah saat itu. Thx buat episode 1 kamar masa-masa muda dlu. Thx, thx, thx sebagaimana Hatta yg tak akan lupa dgn kenangannya bersama Yamin.

***
NB: Bukan kebetulan kalo Bung Hatta berkacamata sedang Pak Yamin Ngga. Bukan kebetulan pula jika Pak Yamin adalah anak Hukum sedang Bung Hatta adalah lulusan Ekonomi. Ya gak Wi? ;D

 

***

Review di bawah ini by Towy Aryanosa

“maka sejarah bukan hanya tentang tempat dan tanggal. Lebih dari itu sejarah adalah tentang source of inspiration atau guide to action yang kita petik dari orang sebelum kita. Bukan tentang waktunya, tapi impactnya.” -Pengantar Hlm. 3-

Membaca buku Extraordinary (leadership talk series -seri ke2) ini, saya seperti “berenang” sekaligus “menyelam” di sebuah kolam keteladanan, basah saya dibuatnya oleh pelajaran keteladanan dr orang2 hebat. Bak sebuah mesin waktu yang lebih canggih dari De-Lorean nya si Doc dan Marty McFly pada Back to The Future, Extraordinary telah menyeret saya tidak hanya untuk melintas batas waktu, tetapi juga lintas negara demi memperhatikan teladan-teladan super yang tidak hanya berasal dari Indonesia saja, tapi dunia. Sebut saja tokoh yg terkenal seperti Nelson Mandela, Gandhi, Leo Tolstoy, Neruda, pemain bola Robby Fowler, sampai ke yang saya baru tahu namanya seperti Pepe Mujica, Vaclav Havel, dll.

Kisah para founding fathers Indonesia yang diulas dengan sederhana, membuat banyak sekali pelajaran berharga dapat dengan mudah sekali “merembes” ke dalam pikiran dan hati. Kesan paling besar apa yg timbul dalam benak saya ketika selesai baca? M.A.L.U! malu atas apa? malu atas diri sendiri yg blm bisa jd apa2, dan malu sama kondisi negeri saat ini yg miskin sekali keteladanan. Sampai2 tanpa sadar, saya bergumam sendiri ketika baca bab Kejujuran, “ini kalau Polisi Hoegeng masih hidup dan lihat kelakuan institusi nya skrng, dia bakal berbuat apa ya?” trus si istri di sebelah nanya serius… “Hoegeng siapa sih?” –intermezzo realita rumah tangga–. Kalau saja bung Hatta, Jenderal Sudirman, Natsir, Buya Hamka, Tjokroaminoto masih hidup dan melihat realita Indonesia saat ini, betapa pilu hati mereka. Bangsa yg mereka perjuangkan dgn keringat dan darah yg tulus, harus dikendalikan sama orang2 picik yg otaknya bisnis dan dagang politik.

Cerita sedikit, beberapa minggu yg lalu saya bertamu ke rumah paman saya yg berposisi sebagai “orang nomor 2” di sebuah kementerian dan sudah berada di kemeterian tersebut lebih dari 5 tahun, yang menteri nya baru2 ini di-reshuffle. sambil ngobrol, beliau bercerita sedikit tentang kenapa sang Menteri di-reshuffle. Saya perhatikan sekali dengan rasa penasaran dan menungkil pertanyaan biar cepet sampai ke inti cerita, “kenap sih om? bukannya dia bagus ya?”. si Om jawab, “ya emang bagus, selama lebih dari 5 tahun om di kementerian ini, menurut om dialah menteri yg tulus bawa perubahan ke institusi ini dan orang nya jujur, sampai2 dirjen2 tikus yg biasa hobi nyetor ke menteri, bingung gimana caranya nyetor ke bapak menteri yg satu ini karena takut salah” –udah mulai kecium nih alasan re-shuffle nya–. saya lanjutin, “loh terus kenapa dong dicopot?”–sedikit retoris– om jawab “Karena dia menolak untuk “nyetor” ke PARTAI nya, makanya si ketum perintah ke pak Pres untuk ganti dia sama orang yg mau nyetor”, dan Pres setuju, daripada dimarahin ketum partai #eh –udah, gausah sensi, emang fakta koq–.

Selesai baca buku ini, saya terngiang saja obrolan dgn om di atas ini. Yaampun, memang benar mencintai Indonesia itu mahal harga nya. Mau jadi orang jujur, bersih, bervisi oke, disingkirkan demi nafsu birahi politik serakah para pemimpin masa kini. Berkebalikan sekali dengan kisah2 tulus nan sederhana para founding fathers Indonesia yg dikisahkan. Bagaimana dr. Tjipto dibuang dan diasingkan dlm kondisi asma tetap bersepeda keliling kampung obati rakyat, Haji Agus Salim “the Grand Old Man”, orang tua nan jenius yg menguasai 4 bahasa sekaligus namun kesederhanaan nya bikin pemimpin negara lain justru respect dan malu terhadapnya (lebih diulas detil di seri-1, “Leiden”), dan masih banyak kisah2 lainnya dari Tjokroaminoto Guru bangsa, Bung Karno, Bung Hatta, Natsir, dll.

Kalau mau diturutin isi kepala saya tentang buku ini, mungkin akan jadi buku lagi nih, karena banyak bgt! jadi, saya akhiri di sini saja ya my bro, Dea Tantyo tulisan ente betul2 Extraordinary! Buat teman2 yang ingin belajar keteladanan, khususnya buat para pemimipin negeri ini, silakan baca buku ini. insya Allah, bermanfaat dan siapatau, anda lah para pembaca yang menjadi negarawan berikutnya untuk Indonesia..

Wassalam
THE END


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: