Posted by: deatantyo | December 2, 2016

Review Buku Extraordinary – Octa Raisa

GERIMIS

Gerimis saya. Ini yg bikin saya kuat untuk tetap nulis, meski di dalam perjalanan, meski di dalam bus, meski sepulang kantor, meski harus baca dan nerusin sampe tengah malam. Ini juga yang menjadi alasan saya milih jalan SEPI kepemimpinan Founding Father.

Kenapa banyak kisah masa lampau begitu hangat tiba di hati kita? Karena kita sedang rindu, telah terpisah jauh dgn perihidup yang memberi contoh keteladanan. Dan alhamdulillah ternyata masih banyak yang jatuh cinta dgn Indonesia.

Octa Raisa terima kasih.

*************

EXTRAORDINARY!
By: Octa Raisa

Sampai saya membaca buku ini, saya antara percaya ga percaya dengan diri saya yang memesan dan membaca buku ini :p

Whoaaa, Leadership book.
iyyess, I was reading a leadership book 😀

Extraordinary, adalah buku kedua dari Leadership Talk series-nya kang Dea Tantyo. Setelah sebelumnya dibuku pertamanya, LEIDEN! saya dibuat untuk lebih mengenal dan jatuh cinta dengan para founding father Indonesia :”) –recommended!–

Di buku kedua ini, saya kembali dibuat jatuh cinta dengan mereka :”))
Aaaiih, mereka :”)
*speechless*

Betapa Allah sungguh Maha Baik-nya telah menakdirkan mereka untuk menjadi salah satu bagian dari rangkaian skenario kemerdekaan bangsa ini :”).

ternyata kita (pernah) punya banyak pemimpin teladan,
ternyata kita (pernah) punya pahlawan yang benar-benar pahlawan,
ternyata kita (pernah) mempunyai mereka yang benar-benar punya cinta untuk Indonesia dan rakyatnya :”((,
dan kita juga (pernah) punya pemimpin yang sangat dekat dengan Rabb-nya 🙂.

Kita pernah punya, Alhamdulillah.
Dan insyaaLlah stock nya masih ada, kan yah? 😀

“mengapa banyak kisah masa lampau begitu hangat tiba di hati kita?”
“mengapa seringkali cerita tentang founding fathers terasa manis di jiwa?”
Jawabannya mungkin karena kita sedang rindu dengan masa lalu,
Atau mungkin kita sedang rindu dengan contoh perihidup yang menawarkan keteladanan.
(Extraordinary, page 3)

Ah, iyaa..
Melihat Indonesia kini, siapa yang tak merindukan mereka? :”(

Sebelum membaca buku ini, asli saya belum pernah kenal sama ibu Tantri dan Bapak Hoegong *parah yah -__-

Murial Pearson namanya, beliau kelahiran Skotlandia dan berkebangsaan Amerika. Namun apa yang beliau lakukan pada tanggal 10 November 1945?

Saat Bung Tomo mengobarkan semangat juang para arek suroboyo dengan seruan takbir dan merdeka nya yang melegenda itu. Beliau, Ibu Tantri dengan tenangnya menyampaikan pidato melalui mikropon tentang perjuangan rakyat Indonesia, beliau menyampaikannya di tengah guncangan bom dan peluru mortar yang berjatuhan dengan dahsyatnya di keliling pemencar Radio.

Tekad beliau tidak bergeser sedikitpun, “saya akan tetap dengan rakyat Indonesia, kalah atau menang” ujar beliau lantang. Love you madam! :”)

Bapak Hoegong Imam Santoso,
konon katanya beliau adalah salahsatu polisi legendaris yang pernah dimiliki oleh bangsa ini. Beliaulah, bapak polisi yang tetap tak segan untuk turun ke jalan mengatur lalu lintas walau saat itu beliau menyandang status sebagai Kapolri bintang empat. Beliau, yang walau mempunyai jabatan yang cukup terpandang, tetap menggunakan bajaj sebagai alat transportasinya. Beliau yang bahkan untuk memenuhi kewajibannya sebagai warga Negara yang baik, harus dibantu Bapak Ali Sadikin untuk melunasi tagihan PBB nya.

“di Indonesia hanya ada dua polisi yang tidak bisa disogok, polisi tidur dan polisi Hoegeng”, ujar bapak presiden Republik Indonesia yang ke-empat. Proud of you pak!


Pernah ada masa di tengah Republik ini, saat seorang pemimpin negara, Soekarno namanya, menggadaikan baju pribadi uuntuk memenuhi kebutuhan tetangganya sebesar 3 rupiah 60 sen yang diperlukannya.

Pernah ada masa di tengah Republik ini, ketika seorang menteri keuangan Sjafruddin Prawiranegara yg mengurusi uang negara, justru tak punya uang. Sampai sang istri berjualan sukun goreng untuk menyambung hidup.

Pernah ada masa di tengah Republik ini, ketika seorang Wakil Presiden, Mohammad Hatta tak pernah bisa membeli sepatu impian hingga akhir hayatnya. Pria luar biasa ini, bahkan merelakan diri tak menikah sebelum Indonesia merdeka.

Pernah ada masa di Republik ini, ketika “Sang Raja” Sri Sultan Hamengkubuwono IX dgn rendah hati menjnjing belanjaan rakyatnya di Pasar Kranggan. Tak sungkan membantu. Ia sembunyikan jabatannya.

Pernah ada masa di Republik ini ketika seorang Menteri Luar Negeri, diplomat besar Indonesia, “The Grand Oldman” Haji Agus Salim, tak pernah punya rumah, dan berpindah-pindah kontrakan selama hidup. Padahal saat itu ialah guru dari banyak pemimpin dan pejuang Indonesia; Soekarno, Roem, Kasman.

Indonesia dibangun atas keajaiban. Keajaiban akhlak, keajaiban teladan, keajaiban pengorbanan dan keajaiban untuk terus member dan member, meski keterbatasan menempa diri.

Dan suatu saat nanti, yakinlah semua akan berulang. “Dongeng” nyata itu akan kita bacakan kepada putra-putri kita sebelum tidurnya. Hingga menelusup kedalam batin mereka. Lalu menulang sumsum pada perbuatan mereka. Biarkan mereka mendengarnya. Biarkan mereka mengingatnya. Lalu biarkan mereka memilih jalan takdir mereka sendiri untuk membesarkan Indonesia. (Extraordinary, page 304)

Dalam kata pengantarnya, penulis sudah menyampaikan bahwa seri yang kedua ini agak sedikit berbeda dari seri yang pertama. Lebih runut dan sedikit lebih bermuatan teori leadership-nya, namun tetap mudah untuk dicerna oleh orang kayak saya, hhe 😛

Tidak jauh berbeda dengan Leiden!, pada buku ini kita juga akan diajak bertemu dengan para tokoh inspiratif, who is the real leader. Setiap frasa yang berkaitan dengan kepemimpinan akan disertai dengan banyak kisah teladan yang penuh inspirasi didalamnya.

Still recommended! 🙂

*catatan penting ga penting :P*

–tak…–
Satu hal yang ‘tiba-tiba’ menjadi perhatian saya dibuku ini,
Setiap kata yang muncul setelah kata ‘tak’ pasti akan ikut tersambung dengan kata ‘tak’ didepannya sehingga menjadi satu kata.

Seperti: takhanya, takgentar, takpanas, takdingin, takada, takrelevan, takmudah, takkalah, takpernah dan tak tak yang lainnya, hhe 😀

((((( kurang kerjaan bangat ya saya ngomentarin ini 😛 )))))

–Daftar Pustaka—
Salah satu yang pembeda antara Leiden! Dan Extraordinary adalah adanya list daftar pustaka di buku yang kedua ini. Dan saya sukkaaa :”)). Sangat menyenangkan bisa mengetahui referensi bacaan dari tulisan-tulisan inspiratif. Sembari berharap someday saya bisa ikutan baca list buku-buku yang menjadi referensi bacaan penulis inspiratif itu :”) *bilamanakah someday itu akan tiba 😛

–guru sejarah–
Setelah saya membaca buku ini, -dengan sotoynya- saya sempat bercita-cita ingin menjadi guru sejarah 😛, haha 😀.

Betapa ingin sekali memberitahukan kepada adik adik kita yang unyu-unyu itu, bahwa Indonesia itu dibangun oleh banyak cinta, perjuangan, pengorbanan, ketulusan dan keteladanan. Betapa ingin sekali rasanya menanam dan memupuk rasa cinta pada bangsa ini, hingga akhirnya ia tumbuh rindang di dalam dada dada mereka. Hingga kelak ketika mereka besar dan menemukan ada sesuatu yang jelek dan buruk tentang bangsa ini, mereka tahu bahwa ada sesuatu yang sedang salah, ada yang sakit, ada yang perlu diobati agar semuanya kembali membaik. Mereka sadar bahwa merekalah dokternya, merekalah yang akan mengobatinya. Bukan menghindarinya atau malah turut mengutukinya.

.
.
.

terakhir,
terima kasih kak sudah memilih jalan ini 🙂
jalan sebagai ‘penjaga gawang’ kalau kakak bilang,
yang merekam kehangatan kisah para founding fathers bangsa kita, yang mengenalkan amal yang pernah mereka buat. Dan yang mengenalkan betapa berharganya Indonesia.

#Extraordinary


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: