Posted by: deatantyo | December 2, 2016

OUWE HEER

OUWE HEER
@DeaTantyo

Seperti Roem, seperti Kasman, seperti Soeparno, yang tak pernah bosan untuk belajar. Menyambangi rumah sang guru. Menyusuri Gang Kecil dan becek di Tanah Tinggi, Batavia.

“Rumahnya rumah kampung, dengan meja kursi sangat sederhana. Lain dari yang saya duga dari orang yang sudah terkenal lewat obrolan, surat kabar dan tulisan-tulisannya.”

Hari-hari itu terjadi di 1925. Saat anak-anak muda tak bosan menggali ilmu dan melapangkan sejarah.

“Dan kemarin saya katakan, jalan pemimpin bukan jalan yang mudah. Memimpin adalah menderita.”

Nama sang Guru:
Ouwe Heer.. Patjee Haji Agus Salim. Yang selalu gagah dalam keterbatasannya. Yang selalu berdiri dengan kepala tegak bagaimanapun kondisi memukul-mukul hidup.

Dan anak-anak muda itu, adalah anak-anak sejarah. Anak-anak muda yg telah memberi nilai eksklusif pada Republik.

***
Kami, mengundang rekan-rekan sekalian.

ui


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: