Posted by: deatantyo | October 7, 2016

BIAR SAYA YANG JAGA GAWANG

extraordinary-071016

Alhamdulillah, bapak-ibu, kanda-dinda, dan para guru yg saya hormati. Lahir sudah ke dunia: buku Extraordinary, lanjutan buku Leiden itu. Terima kasih utk semua yang telah bersabar dan memesan buku sederhana ini. InsyaAllah buku akan segera terbang ke rumah bapak-ibu sekalian.

Bukan. Ini bukan “Di Bawah Bendera Revolusi” yang ditulis Bung Karno dari dalam penjara. Yg jadi obor kemerdekaan. Ini juga bukan kumpulan artikel Bung Hatta yang dikirim rutin dr Banda Neira. Yg menjaga ideologi rakyat utk tetap berjuang. Ini juga bukan “Massa Aksi” Pak Tan Malaka yang menjadi salah satu inspirasi WR Supratman meramu Indonesia Raya. Juga bukan “Tafsir perjuangan” Al Azhar Buya, yg masyaAllah sampai hari ini sejuk ke dalam hati.

Ini hanya buku kecil yang ditulis anak muda yang memilih jalan sepi kepemimpinan founding fathers. Entah kenapa, saya jatuh cinta pada besarnya amal-amal bapak-bapak kita itu.

Dan yg saya tahu, ada banyak cara merawatnya. Sebagaimana hari-hari ini.. Betapa saya bahagia bertemu kembali dgn banyak teman lama, sahabat & guru yang sukses dengan jalan cita-citanya. Ada yg bisnisnya sudah makin maju. Ada yg dapat beasiswa sekolah keluar negeri. Ada yg terus berprestasi dg karya yg ga main-main. Hebatnya mereka capai itu bukan buat dirinya sendiri. Mereka “kasih” ke orang lain. Sharing, mengajar, sedekah, buka lapangan pekerjaan dll. Mereka maju kedepan di satu sisi. Dan urunan ngerawat Indonesia di sisi yg lain. Ya, buat INDONESIA. Dan itu mahal harganya.

Nah kalo mereka garda depan yg berjuang menumbuhkan republik, izinkan saya (kalo boleh ngaku-ngaku) yg ngasih pupuk dan nyiramin airnya. Ibarat main bola, biar saya yg jaga gawangnya.🙂 Merekam kehangatan kisah founding fathers. Mengenalkan amal yg pernah mereka buat.. Mengenalkan berharganya Indonesia kepada temen-temen.

Saya ga muluk-muluk. Hanya ingin patungan merawat taman yg sudah dibuat para pejuang. Mereka sudah berkorban dan hampir ga pernah bahagia secara materi, tapi sukacita buat Indonesia. Yg dalam bahasa Pak Natsir: fakir di alam mahdah, tapi kaya di alam ruhani. InsyaAllah.

Dan atas harapan itu, saya mohon doa temen-temen semoga jadi buku yang berkah, dan semoga bisa nyumbang satu dua bata utk tembok besar Indonesia. Seperti teman-teman semua.. Seperti guru-guru semua.. Aamiin ya Rabb.

Salam Takzim,
Dea Tantyo


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: