Posted by: deatantyo | May 14, 2016

ISLA NEGRA

Telah lewat beberapa masa, namun kepergianmu masih tampak morgana. Kau lelaki, menatap realita dengan matamu. Menyelaminya dgn jiwamu.

“Ada berapa luka?” tanyamu, saat kita terlibat dlm pekerjaan-bersama. Baru kemarin kita berteduh di rindang yg sama. Kini kau mendahului kami. Menepis debu. Menyeka luka. Kau lanjutkan kembali perjalanan.

Kayuh..
Kayuh terus sepedamu, laiknya Neruda menyusuri bukit kesendirian di Isla Negra.

Selamat jalan. Terhatur doa untukmu, kawan.

Pertemuan denganmu telah menjadi balairung megah yg membentuk Triumph de Arc di dalam hati kami.

Untukmu : Insanul Kamil


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: