Posted by: deatantyo | January 2, 2016

HIDAYAH

Malam ini dpt posting berharga dr kawan FB, Arham Rasyid. Sosok yg ga asing di media sosial. Orangnya cuek, gokil dan jenggotan. Meski sering bikin org2 ngakak, insyaAllah beliau org baik dan sholih. Seakan Allah ngatur agar ngebaca tulisan beliau di awal tahun. Biar bisa berkaca lagi. Introspeksi diri lagi. Toh, hidup singkat, ga akan keulang lagi. Allahul musta’an. DT

***

Namanya Iwan, kakak kelas jaman SD, kebetulan tinggalnya juga masih satu kelurahan. Ayahnya, pak Taslim, mantri yg setia merawat bapak saya, bahkan mendampingi hingga ajal.

Seingat saya, bang Iwan ini dulu juara kelas. Di SMP juga begitu, terkenal sebagai siswa yg cerdas dan gaul. Selain jago ngomong inggris, dia juga dancer yg hebat. Selepas dia SMA saya gak pernah lagi ketemu. Kabar terakhir dia ikut ngaji dan lanjut menuntut ilmu hingga ke Madinah.

Jalan hidup gak ada yg duga. Beberapa tahun lalu serasa gak percaya menontonnya di Rodja TV, memberi kajian dgn jamaah yg berjubel dan dgn nama baru, Abdullah Taslim, Lc. Penasaran, sayapun mencoba googling. Subhanallah, ternyata bang Iwan ini sudah keliling nusantara dgn jam terbang yg padat. Bahkan dipercaya KBRI Jepang beberapa kali mengisi kajian di sana.

Saya juga punya sahabat jaman kuliah, sebut saja MY, pemuda slanker begajulan yg pernah memukul jatuh preman fakultas Teknik, pernah tidur di jalan raya sampe pagi gara2 mabok hingga dibangunkan orang2 yg pulang sholat ied, dan track2 record “luar biasa” lainnya yg niscaya masih panjang jika disebut satu2. Alhamdulillah, sekarang justru sahabat satu ini jadi tempat saya bertanya fatwa2 kontemporer dan hukum2 fiqih yg meragukan, meski via telepon, mengingat dia sudah hijrah jauh ke suatu tempat.

Ada banyak org2 seperti ini di sekitar saya. Ada teman gitaris band lokal terkenal yg sekarang jadi pengurus islamic center. Ada perintis kafe remang di kota ini, ada penyanyi dangdut, teman seniman rupa, dll. Hidayah yg menetes pelan-pelan, telah melubangi kerasnya batu pergaulan mereka hingga istiqomah di jalur dakwah.

Bagi saya mereka orang2 hebat yg telah memberi nilai eksklusif pada hidayah, memberi kesan mahal pada akidah, enggan membarternya seumpama dengan iming2 beasiswa atau kucuran dana lembaga donatur. Ada rasa bangga mengenal mereka.

Ironisnya, orang2 berilmu, zuhud dan tawadhu seperti ini ada saja yg membencinya. Rata-rata dari saudara seiman, bahkan ada dari kelompok manhaj yg sama. Wallahu’alam bisshawab. Yg saya yakini, islam di sini gak akan terpuruk selama masih ada pejuang penegak sunnah seperti mereka.

Tinggallah saya yg masih larut dalam kubangan dunia melenakan ini, yg kadang seperti kura2 yg ingin membenamkan kepala ke dalam cangkang jika kebetulan bertemu salah satu di antara mereka, seperti saat bertemu bang Iwan di masjid kemarin. Hiks..

Hidayah memang harganya mahal. Tapi saya percaya Pemberi hidayah maha Pemurah.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: