Posted by: deatantyo | April 17, 2015

PAK HOS TJOKROAMINOTO (Sebuah Review Film Sang Guru Bangsa)

“Sejarah,” kata Milan Kundera sastrawan terkenal asal Cekoslowakia itu, “adalah perjuangan melawan lupa”.

Setidaknya itu yg saya rasakan malam itu, selepas lampu teater kembali dinyalakan, tanda berakhirnya film sang Bapak Bangsa HOS Tjokroaminoto.

Spesial. Itu top of mind penilaian saya utk film yg diriset serius 2,5 th demi merekonstruksi kembali SANG GURU ke dalam layar lebar.

Dont judge a movie by it’s book. Pernyataan ini mjd dasar saya mberikan penilaian “spesial” utk film yg berdurasi lbh dr 2 jam ini. Ya Spesial.

Mengapa spesial? Bukan karna berkumpulnya para bintang di film ini: Reza, Alex Komang, Christine Hakim, Soedjiwo Tedjo, Didi Petet sampai Maya Estianti yg notabene cicit/relasi langsung Pak Tjokroaminoto. Atau Screenplay yang cukup rapih dan sesekali mengadopsi abstraksi film oscar -lewat peran bagong/artis cantik Chelsea Islan.

Tapi nilai unggul film ini justru hadir disamping plot & gambaran film-an sich- yg telah cukup baik. Keistimewaan film justru hadir karna nilai ekstrinsik film tsb: keberanian dan kecerdasan tim di balik layar utk menghadirkan eyang HOS ke dalam satu bentuk kisah heroik dgn tafsir yg segar.

Tak banyak referensi mengenai De Ongekroonde van Java atau Sang Raja Tanpa Mahkota itu dibanding para mentee & generasi penerusnya: Soekarno, Hatta, Syahrir, Agus Salim atau Tan Malaka. Tapi keterbatasan itu dirangkum dgn apik oleh mas Garin tanpa kesan dipaksakan. Jalan cerita, Screenplay, hingga karakter Pak HOS dan bbrp tokoh lain cukup bisa dinikmati oleh penonton min.oleh saya pengagum pak HOS.

Pak HOS adalah sosok besar yg punya andil membidani setidaknya min. 3 akar ideologi yg digawangi Bung Karno, Semaun hingga Kartosuwiryo. Kalo kita begitu kagum dgn pemikiran para muridnya, mengapa tidak kita cari tahu dan kagum pd sang guru?

Ini film besar. Ini film spesial yg perlu ditonton seantero anak bangsa. Bukan hanya agar semua tahu bahwa Bung Karno adalah anak kost sekaligus menantu pak HOS. Atau bahwa 2 juta manusia pernah mengelukan sosok Tjokroaminoto yg dianggap Satria Piningit tanah Jawa. Atau bahwa Agus Salim begitu terheran dan kagum dg sosok HOS. Tapi lebih dari itu..

Agar Bangsa Indonesia sadar betul bahwa tanah yg mereka duduki pernah melahirkan satu pahlawan, seorang Raja Tanpa Mahkota, yg memberikan nilai teramat besar bagi Indonesia.

—–

Saya apresiasi betul film yg digawangi hingga 5 org produser ini. Dari saya:
⭐⭐⭐⭐ 8.1/10

Salam. Dea Tantyo


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: