Posted by: deatantyo | September 28, 2014

Review Leiden – Faizah Aulia Rahmah

Judul : LEIDEN! Menghirup Inspirasi dari Soekarno, Hatta, Cicero, Roosevelt, M. Natsir, Agus Salim, Bruce Lee hingga Soe Hok Gie (Leadership Talk Series)
Penulis : Dea Tantyo
Tebal : 214 hal; 21,5 cm
Penerbit : Duta Media Tama

Damn this book really make me love our Founding Father, Republik Indonesia tercinta ini. Mungkin bisa dibilang saya begitu membenci pelajaran sejarah (katakanlah saya juga membenci mempelajari seluk beluk usaha perjuangan yang hanya berisi juga perintah untuk menghapalkan tanggal, tempat, juga nama pahlawan, tanpa saya diperkenalkan terlebih dahulu dengan siapa saja founding father saat itu, hanya diberi tahu nama, tanggal lahir dan tanggal meninggal. Ah iya, bukankah untuk mencintai harus mengenalnya terlebih dahulu ?). Dan OOT nya menjadi terlalu panjang untuk mereview buku –yang-tipis-namun-luar-biasa ini hehehe😀.

Dimulai dari berkenalan dengan mental seorang leader, speak-up nya leader, hingga menjadi pemimpin yang menginspirasi (dengan menulis tentunya) dijelaskan dengan singkat dan padat juga berisi di buku ini. Yang awalnya tidak begitu kenal dengan Soekarno (Cuma kenal namanya), bahkan mendengar Agus Salim dan M. Natsir pun terbilang jarang. Namun setelah baca LEIDEN ini , I’d like to declare myself as Agus Salim and M. Natsir new big fan kekeke.
Atau bisa jadi saya yang kurang literasi untuk membaca biografi founding father kita ya ? hehe, bisa jadi. But yes, this book really help me to know them , meskipun itu belum seberapa dengan banyak jasa pahlawan lain yang belum kita kenal.

Sedikit spoiler kenapa bisa sebegitu jatuh cintanya sama Agus Salim juga M. Natsir. These humble people are real. Misal Agus Salim yang jeniusnya sampai diakui tokoh negara lain, yang mungkin dengan kepintarannya itu kalo dikonversi ke dana (yang kalo beliau mau dan tentu bisa) mengalir ke rekeningnya, tentu Agus Salim ga akan pindah-pindah rumah, mencari rumah kontrakan. “Orang tua yang sangat pandai ini adalah seorang jenius. Ia mampu bicara & menulis secara sempurna sedikitnya dalam 9 bahasa. Kelemahannya hanya satu : Beliau (Agus Salim) hidup melarat.” – Prof. Schermerhon, Perdana Menteri Belanda (1945-1946) . Mungkin kalo pandangan orang sekarang, we’ll gonna say “naif” atau kata semacam itu yang mengarah pada beliau. But, hey no matter what you gonna say, ikon pejuang dalam kesederhanaan ini benar – benar berjuang dengan cinta untuk tanah airnya.

Atau M. Natsir, yang mungkin menjadi satu satunya pejabat yang pernah pulang berboncengan sepeda dengan sopirnya sesaat setalah meletakkan jabatan menteri kepada bung Karno. M. Natsir bukan hanya tokoh Islam yang disegani di negara kelahirannya, Indonesia, tapi juga pemimpin Islam dunia, kata Raja Faisal.

Singkatnya, buku ini seperti rangkuman dari banyak buku biografi yang dibaca penulisnya (percayalah, kayaknya kang dea juga sama gilanya dengan bung Hatta tentang buku-buku, hehe). Karena masih banyak sifat yang bisa dicontoh yang ada pada pemimpin dunia lainnya. Ah iya, saya ga tanggung jawab ya kalau nanti semakin banyak fansnya M. Natsir juga Agus Salim kayak saya, ato bahkan dengan tokoh pemimpin lainnya :p

I recommend this to you, readers😀

Big thanks to my trash bin, Galuh Rahayu Putri who gave me this as late birthday gift :p, gomawong pacar x)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: