Posted by: deatantyo | September 28, 2014

Review Leiden – Afianni Intan

“LEIDEN !, JUMPA JIWA-JIWA MENYALA”

Judul : LEIDEN !

Penulis : Dea Tantyo

Penerbit : Duta Media Tama

Halaman : 214

Entah ditepat-tepatkan atau memang tepat momennya. Buku ini beredar kala ramai-ramainya pemilihan presiden dan wakil presiden Indonesia 2014. Namun, bukan ketepatan momen itu pula yang kemudian menarik saya untuk memesan buku ini. Judul LEIDEN !! memang benar-benar menarik. Karena kala itu, saya, sang pembaca belum paham apa yang dimaksud dengan LEIDEN!! Meskipun gambar orang-orang besar sudah terpampang di sampulnya. Pertanyaan yang kemudian memaksa untuk segera memesannya. Namun, setelah mengatakan ingin memesannya langsung kepada penulisnya, tiba-tiba kesimpulan langsung saya dapatkan, tentang LEIDEN !! ini.

Jika anda bukan seseorang yang menyukai data, detil hidup seseorang dalam buku-buku biografi berketebalan tinggi, maka anda tentu menyukai buku ini. Tetapi jika anda adalah pembaca buku-buku cerita kehidupan orang-orang hebat, maka anda akan sangat menyukai buku ini. Karena Dea Tantyo menyajikan saripati kepemimpinan yang hampir tak ada hubungannya dengan data-data. Penulis merangkai kalimatnya dengan gaya seorang orator. Pantas jika saya dan sebagian pembaca yang telah memberikan testimony merasa bersemangat dan terbangun pemikiran serta keinginan untuk mengikuti jejak para manusia pemimpin, setelah membaca buku ini.

Menapaki setiap lembarannya seperti mendapati oase kepemimpinan yang terlalu lama kita rindukan. Butir-butir pembahasan sifat, sikap, aksi dan karya para pemimpin pada masa-masa kejayaan yang hampir semua tak digambarkan dengan gelimang kemewahan. Rata-rata manusia-manusia pemegang tampuk kekuasaan dan posisi yang dihormati bukan sekedar berlagak ‘bossy’ namun memimpin dengan kesungguhan, hidup dalam arti sederhana yang sesungguhnya.

Di awal sekali, penulis bukannya bersegera membahas tentang para pemimpin besar. Namun, mencoba melecut setiap pembaca untuk menemukan ‘pemimpin’ dalam dirinya. Tidakkah setiap kita adalah pemimpin bagi yang dipimpinnya. Seorang diri, adalah pemimpin bagi pribadinya, seorang ayah adalah pemimpin bagi keluarganya, begitu seterusnya. Hingga saya pun menengok perilaku sebagai seorang guru. Adakah selama di kelas telah menjadi pemimpin terbaik bagi murid-murid. Sebuah renungan panjang yang kemudian sungguh perlu di’follow up’ untuk realisasi yang seutuhnya.

Dea Tantyo merancang pertemuan pembaca dengan tokoh-tokoh besar. Diambilnya setiap kelebihan pemimpin pada banyak masa untuk bisa mevvujud dalam imajinasi kita seorang pemimpin impian setiap rakyat. Idealisme memang luar biasa. Jika saja berkumpul semua kredit yang dimiliki tokoh-tokoh ini dalam satu individu, maka lengkaplah ia. Meski tentu tidak bisa sempurna.

Nama-nama dalam buku ini semuanya sangat kita kenal. Jika belum, cobalah mengenal mereka. Bukan hanya tokoh agama, Penulis juga membahas kelebihan tokoh nasionalis baik luar maupun dalam negeri. Penulis pula tidak hanya mempertemukan kita dengan tokoh lelaki. Tercatat pula di dalamnya tokoh wanita yang luar biasa.

Di dalam karya ini, tersebutlah Muhammad Al Fatih dengan keberhasilannya menumbangkan benteng Konstantinopel. Hadirlah Mahatma Ghandi menunda nasihat selama dua pekan demi menuturkan sebuah perintah yang mesti dilakukannya terlebih dahulu. Menampilkan pula kesederhanaan kopiah dan janggut yang diremehkan oleh para hadirin Himpunan Serikat Buruh Belanda (Nederlands Verbond van Vakverenigingen, 1929-1930). Namun mereka yang meremehkannya kemudian berbalik takjub dengan penguasaan banyak bahasa sang pemilik kopiah dan janggut itu. Sudahkah pernah mendengar kisah Haji Agus Salim ini??

Mengangkat berbagai sisi baik yang idealnya dimiliki pemimpin, membuat karya ini menjamu kita untuk sekedar minum teh dengan Soekarno, menyusuri setapak bersama Patih Gajah Mada dan kegagahannya yang tak tergantikan serta bagian menarik bagi saya sebagai pembaca adalah ‘Chapter 9’, VVriter is Leader. Mencetak nama Sayyid Quthb penulis Fii Zilaalil Qur’an, sebuah karya yang telah menembus banyak kepala, mengisi banyak majelis ilmu, sebuah amal panjang kepemimpinan seakan tidak mungkin kehabisan balasannya.

Menepi sejenak bersama LEIDEN ! akan mengukir tebal dalam perasaan bahvva pembaca ini, berhak menjadi luar biasa, sehingga perkara paling penting setelah membacanya adalah meniru para tokoh di dalamnya.

“Today Reader, Tomorrovv Leader.” (LEIDEN ! Chapter 10)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: