Posted by: deatantyo | January 7, 2012

Agar Tak Terbang Patah-Patah

Kadang, kita mencintai seseorang begitu rupa sampai tidak menyisakan tempat bagi yg lain. Membuat kita lupa utk skedar bertanya, inikah cinta sebenarnya? Atau ia kah pendamping hidup selamanya?

Tak jarang kita mencintai seseorang dgn sangat dan menyimpan sakit tak terperi saat rasa mulai berpisah. Atau lihat, berapa besar keperihan yg tindih menindih ketika harus melepaskan seseorang yg telah lama menyapa hidup kita.

Cinta bukanlah titik, tempat dimana perpisahan menjadi penutup sbh paragraf. Bukan pula kegalauan. Atau pohon penyesalan dgn buah kecewa yg memukul-mukul.

Seorang hamba yg baik sadar bahwa cinta mmberikan senyum utk ia yg kita cintai, yg telah terpisah, meski diam-diam menumpuk sedih yg sangat banyak di dalam hati.

Karna sejatinya cinta bukanlah milik kita. Juga bukan sesuatu yang bisa kita nyala-padamkan semau kita. Ia anugrah yg dititipkan oleh-Nya dan perlu
dititipkan kembali pada-Nya. Agar Ia berkahi skenario terbaik hidup kita.

Dalami kata-kata Umar bin ‘Abdul Aziz saat menolak tawaran sang Istri utk menikahi seorang wanita yg dulu pernah ia cintai. Umar menolak. Apakah ia tak lagi mencintai sang wanita? Bernas jawaban Umar.

“Cinta itu masih tetap ada. Bahkan rasanya jauh lebih dalam. Tapi ada Cinta diatas cinta. Cinta yg lebih besar. Cinta yang tak tergantikan. Cinta seorang hamba pada Rabb-Nya.”

——————

“Sungguh laki-laki dan perempuan muslim, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatan, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.”
(Al Ahzab : 35)

Di jalan ini, kita tak sedang menghilangkan cinta. Kita hanya merapikannya agar tak terbang patah-patah.


Responses

  1. om deaaaaaa ijin copan boleh ndak?🙂

    oya fi liat2 tulisan akang teh mirip gaya menulisnya ust.Salim A Fillah,,bener g?

    • Boleh Neng Alfi. Banyak yg menginspirasi tulisan dan gaya peulisan saya. Untuk dalem negeri bisa Mas Salim, Mas Pramoedya Ananta Toer, GM, Anis Matta, Andrea Hirata, Mas Sapardi, Mas Eep, dll:)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: