Posted by: deatantyo | November 22, 2011

Indonesia Menang!

Saya selalu ingat kata-kata mahsyur Marcus Tulius Cicero, yang disitir John F. Kennedy dengan garang, “Jangan pernah tanyakan apa yang bisa bangsa ini berikan untuk kita. Tapi tanyakan apa yang telah kita berikan untuk bangsa.”

Tahukah Anda berapa nilai indeks Pembangunan Pendidikan Indonesia 2011? Jawabannya miris. Turun dari posisi ke-65 di tahun 2010 menjadi peringkat ke-69 dari 127 negara. Bagaimana dengan peringkat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia? Merosot tajam, dari posisi ke-108 (dari 169 negara) menjadi peringkat ke-124 (dari 187 negara). Di dunia internasional bangsa kita sering tak diperhitungkan.

Bangsa ini gagal? Tunggu dulu. Saya yakin bangsa ini masih besar. Pemudanya banyak dan dahsyat. Lihatlah pertandingan demi pertandingan yang dilalui bangsa ini di Sea Games 2011. Lihat juga bagaimana sepak bola telah menghidupkan kembali asa kita.

Siapa yang lupa praktik kepahlawanan yang diperagakan Titus Bonay, Wanggai, dan Okto Maniani di lapangan hijau. Mereka begitu hidup dan berdaya. Tak lebih dari 23 tahun usia mereka. Tapi siapa yang bisa mengejar kecepatan Andik saat melesat di sisi lapangan? Siapa yang bisa menghentikan liukan Egi di tengah kecamuk pertandingan? Atau katakan, siapa yang bisa menghentikan serangan balik yang dimotori oleh Diego ke jantung pertahanan lawan? Energi mereka begitu berdebum-debum. Sorot mata mereka memancar. Daya itu masih meraung-raung, kawan. Masih meraung-raung.

Tidakkah kau ingat besarnya gempita energi itu, kawan? Di istora, ribuan suporter tak lelah menyaringkan lagu tanda dukungan. Semangat mereka berapi-api. Ini luar biasa. Di Gelora Bung Karno, puluhan ribu suporter memerahkan arena. Berjingkrak-jingkrak melantunkan orkestra tanpa bayaran. Ini dahsyat. Saya merinding menyaksikan itu. Saat ribuan atau bahkan jutaan rakyat tumpah menggenapi semesta dukungan.

Di tengah carut marut dan kepedihan yang tak kunjung reda menerpa bangsa, rakyat masih memiliki kesempatan menyalakan tawa polos kebahagiaan. Betapa bangsa ini masih berdaya. Kita masih menyala-nyala!

Negeri ini belum keropos, kawan. Negeri ini masih bernyawa karna di topang oleh anak-anak muda yang lebih memilih untuk meneruskan perjuangan. Peluh mereka diseret-seret. Air mata mereka tumpah. Pengorbanan demi pengorbanan itu yang akan terus menyambung nyawa Indonesia.

Adu pinalti memang telah usai. Indonesia 4-5 Malaysia. Indonesia kalah? Tidak! Hasil itu bukanlah sebuah kekalahan. Bahkan sebaliknya. Bangsa ini menang. Bukan sekedar kemenangan medali, bukan sekedar lesatan gol ke jala lawan. Melainkan kemenangan atas keberanian, keteguhan, keyakinan, dan harga diri. “Kita boleh kehilangan segalanya,” ujar Bung Hatta garang, “asal jangan kehilangan harga diri!”. Malaysia memang memenangkan medali emas. Tapi Engkau Timnas Garuda telah memenangkan hati seluruh rakyat Indonesia.

Bangsa ini gagal? Tidak. Bangsa ini hanya perlu belajar kembali dari para pejuang U23! Anak mudanya perlu menyala lagi. Semangatnya harus nge-BONAY! Daya tahan tubuh nge-WANGGAI! Energinya nge-OKTO MANIANI! Bangsa ini hanya perlu segera bangun. Hentikan tudingan bahwa bangsa ini kalah. Tidak! Bangsa ini sedang bangkit dan akan makin tinggi berdirinya!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: