Posted by: deatantyo | June 2, 2011

Kita Butuh Waktu untuk Memuhassabah Diri.

“Kadang, kita memerlukan saat-saat sepi untuk bertanya pada hati”

“Yang paling aku takutkan ialah keakraban hati dengan kemungkaran dan dosa. Jika suatu kedurhakaan berulangkali dikerjakan, maka jiwa menjadi akrab dengannya, hingga ia tak lagi peka, mati rasa.”
(Hasan Az-Zayyat, Rahimahullah)

Mengotori hati dgn dosa, sama artinya dengan meredupkan cahayanya dan memadamkan nyalanya. “Sesungguhnya dosa-dosa itu,” kata Rasululullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam, “Apabila terus menerus menimpa hati, maka ia akan menutupinya. Dan bila hati telah tertutup, akan datang kunci dan cap dari Allah Subhanahu wa Ta’alaa. Bila sudah demikian, tak ada lagi baginya jalan; tidak ada jalan keimanan untuk masuk ke dalamnya, tidak juga jalan kekafiran untuk keluar darinya”.

Kadang, kita memerlukan saat-saat sepi untuk bertanya pada hati. Dalam tafakkur di malam yg sunyi. Tentang apa yg telah kita lalui, tentang apa yg telah kita lakukan. Kita butuh waktu sendiri untuk khusyu dan menundukkan hati. Kita butuh sendiri untuk mengunjungi ruhani kemudian memuhassabah diri.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: