Posted by: deatantyo | May 30, 2011

Kini, Dimana Kesederhanaan Itu Kau Sembunyikan?

“Ataukah ini yang disebut perkembangan budaya dan kebutuhan dunia yang kian menyesakan dada?”

Apakah semua wanita harus memoles penampilannya dgn sebegitu berbeda? Sulitkah bagi wanita utk menyempurnakan penutup aurat mereka? Ataukah jejak jilbab disepanjang tangan, kaki & dada dirasa mencederai kecantikan mereka?

Lalu apa yg hendak mereka capai melalui makna modis, bedak-bedak, parfum, bibir merah, atau jenak asesoris pada bola mata? Apa makna celana yang semakin mengetat? Bukankah berias dan kecantikan wanita hanyalah hak suami mereka yg justru mengundang ridho-Nya? Lalu kini apa yg ingin kau tuju? Agar menarikkah? Tuntutan citra? Atau agar tampil memesona? Atau untuk apa?

Lalu dimana kesederhanaan itu kini kau sembunyikan? Apa yg menyebabkan kesederhanaan yg dulu justru membuatmu terlihat begitu kaya dan bernilai kini kau redupkan nyalanya? Mengapa hari ini semua tampak berbeda?

Ataukah jangan-jangan, aku yang tak mampu membaca gemerlap zaman?

Ataukah jangan-jangan, tulisan ini yg terlalu munafik dan bodoh untuk memahami apa yg disebut perkembangan budaya dan kebutuhan dunia yang kian menyesakan dada.

———
Entahlah. Atau mungkin katamu menampilkan kecantikan adalah bentuk syukurmu pada-Nya. Namun saat kau aminkan semua secara berlebihan. Justru kau telah mencederai jenak-jenaknya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: