Posted by: deatantyo | December 12, 2010

We Called it, The Risk.

“Yeah, We Called it, The Risk!”

“Menjangkau sesuatu adalah mengambil resiko untuk terlibat. Mengungkapkan perasaan adalah mengambil resiko menunjukan diri dan perasaan hati sesungguhnya. Mencintai adalah mengambil resiko tidak dicintai. Hidup adalah mengambil resiko mati. Berharap adalah mengambil resiko putus asa. Tapi resiko harus dihadapi. Karena bahaya terbesar dalam hidup ini adalah tidak mengambikl resiko sama sekali. Orang yang tidak berani mengambil resiko tidak akan melakukan apa-apa, tidak punya apa-apa, dan bukan siapa-siapa. Mereka mungkin menghindari penderitaan dan kesulitan, tapi mereka tidak bias belajar, merasakan, mengubah, tumbuh, mencintai atau hidup. Dalam keadaan terikat oleh kepastian, mereka tidak pernah merdeka, mereka telah mengekang kebebasan mereka sendiri. Sungguh orang yang berani mengambil resiko adalah orang yang bebas. Orang yang berani.


Responses

  1. yah setuju pak!!!

    “BAHAYA dalam HIDUP adl TIDAK mengambil RESIKO samasekali”

    efek terlalu lama d zona nyaman bisa mati rasa :))

  2. resiko = tantangan. Bukankah dengan berjuang melawan resiko itu berarti kita mencoba utk tetap bertahan? DINAMIS🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: