Posted by: deatantyo | October 20, 2010

Perjalanan Kita

“Kemasi kembali nafas kita : Kita akan menyelesaikan semuanya. Kita akan menyusul mereka.”

Saat-saat seperti ini memang tak mudah, kawan. Kondisi kita serupa. Dan aku memahaminya.

Kemarin mungkin kita tak saling kenal. Tapi perjuangan berbilang waktu itu mempertemukan semangat-semangat kita. Sampai kemudian kita tiba di titik ini. Disini: Saat kita dihadapkan pada satu tugas yang sama demi menanggalkan identitas kita.

“Radix malorum est cupiditas”. Ah ya, tugas itu. Mengerjakannya berarti melawan kehendak-kehendak kita. Benar saja, kita sering dibuatnya terjatuh dan tertatih. Kita terseret. Hingga kita berlelah-lelah atau kita tersesak-sesak. Tapi kita tak pernah ragu. Kita tak akan mundur meski sejengkal.

Ini tentang perjuangan dan kerja keras. Seperti sejarah, disini kita akan meneladani kisah berton-ton kapal yang ditatih melalui darat, hingga takluklah Konstantinopel dibawah Al Fatih sebagai jawaban Nubuwwah ratusan tahun. Atau yang lain, tentang komitmen dan kesungguhan. Seperti Thoriq bin Ziyad, yang ‘menyulap’ kapal menjadi abu terbakar demi membulatkan tekad pasukan menaklukan Andalusia.

Pertarungan menyelesaikan tugas ini adalah upaya melawan lelah. Ia boleh menyedot daya kita. Memeras jerih-jerih upaya kita. Mengerat kantuk di pelupuk. Atau memaksa kita berfikir keras hingga menarik setiap dendrit-dendrit otak kita. Tetapi kita tak pernah ragu, dan sekali lagi : di jalan ini kita tak akan mundur meski sejengkal.

Seberat apapun, semangat kita tak boleh mati. Dan malam ini, mari rapikan kembali segenap daya. Kita memulainya selangkah-selangkah, sedepa-sedepa. Tak ada ratap dan sesal di jalan ini. Kita tak hiraukan mereka yang telah berlalu meninggalkan kita.

Ikrarkan pada jiwa : ‘Ite Inflammate Omnia’. Pergilah dan kobarkan lagi dunia. Di jalan ini, tak pernah ada kata terlambat. Bangunkan dan tancap ulang azzam kita di tempat tertinggi. Pasang keyakinan indah tentang akhir perjalanan nanti. Hingga niscaya suatu saat kita akan terhenti dan tersenyum menatap jejak dan pencapaian-pencapaian menakjubkan yang telah kita lalui bersama. Kawan, usap setiap isak dan kekuatiran di dada. Kemasi kembali nafas kita : Kita akan menyelesaikan semuanya. Kita akan menyusul mereka.

(Teruntuk kita yg bernasib sama. Mohon agar tidak dibaca huruf depan di setiap paragraf. Apalagi merangkainya jadi satu.)

Salam hormat

Dea Tantyo


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: