Posted by: deatantyo | July 5, 2010

Tuhan Maha Tahu. Tapi Dia Menunggu.

Judul Buku :
Kumpulan Cerita Leo Tolstoy : Tuhan Maha Tahu Tapi Dia Menunggu


Penulis : Leo Tolstoy
Penerbit : Jalasutra
Tahun : 2008. Cetakan V
Jml Halaman : 399 halaman

Leo Tolstoy : Penulis Rusia, salah satu novelis terbesar dunia; penulis cerita pendek brilian sebelum akhirnya mapan sebagai novelis ulung Rusia.
(Merriam, Webster’s Encyclopedia of Literature)

Di antara banyak pilihan membaca buku sastra, “Kumpulan Cerita Leo Tolstoy : Tuhan Maha Tahu Tapi Dia Menunggu”. Menawarkan kenikmatan awal untuk membaca karya Tolstoy berikutnya. Disajikan dengan hati-hati melalui penerjemahan yang apik, buku ini memberi jaminan bahwa pembaca tak akan menyesal dengan keputusan memilikinya”. Begitu sekilas komentar yang terpampang pada cover belakang buku Tolstoy.

Siapa yang tak kenal Leo Tolstoy? Sastrawan klasik Rusia terbesar yang memiliki pengaruh luas dalam pembentukan dan pengembangan sastra dunia modern. Dia juga seorang pemikir sosial dan moral terkemuka. Karyanya bercorak realis dan bernuansa religius sarat renungan moral dan filsafat.

Leo Tolstoy terkenal dengan karya masterpiece-nya : War and Peace dan Anna Karenina, yang membuat namanya terus hadir di lembar sejarah perkembangan sastra dan para pengagumnya. Dan kali ini Leo Tolstoy kembali hadir melalui karya klasik lainnya – Kumpulan Cerita Leo Tolstoy : Tuhan Maha Tahu Tapi Dia Menunggu.

Buku ini menampilkan beberapa cerita pendek Tolstoy yang mengabadi dan telah dibaca banyak orang dari generasi ke generasi, antara lain Ilyas, Alyosha, Sebutir Gandum dari Tanah Tuhan, Berapakah Luas Tanah yang Diperlukan Seseorang?, Ziarah, dan Tuhan dan Manusia, serta Matinya Ivan Ilyich sebuah judul yang oleh kritikus dianggap sebagai salah satu masterpiece aliran realisme psikologis, bahkan mungkin yang paling baik. Sangat mempesona dan kuat.

Melalui buku ini pula, kita bisa berharap memperoleh sebuah hikmah, ajaran moral serta nilai-nilai relijius dan kemanusiaan yang bertebaran di sepanjang cerita-cerita Tolstoy. Tentang niscayanya kematian, tentang pentingnya bersosial, ibadah, dan merampungkan kebaikan.

Akhirnya, bagi Saya pribadi buku ini bak oase di tengah gurun gersang kemanusiaan. Siap menghilangkan dahaga bagi para pencari makna kehidupan. Menampilkan gambaran lugas tentang hidup yang tidak selamanya berkaitan dengan materi. Buku ini : Sederhana, dalam, dan menyejukkan. Ya, Allah Maha Tahu. Tapi Dia Menunggu. Selamat Membaca.


Responses

  1. saya suka membacanya. bahkan sebelum andrea hirata menulisnya dalam salah satu tetraloginya.

    “Tuhan tahu, tapi menunggu.”

    dalam hati kecil saya, saya ingin diskusi lagi sama kakanda..:D

    visit multiply ya..
    daicymahia.multiply.com

  2. That’s Tolstoy Way. Boleh Daicy. Insya Allah siap. Gmn kabarmu sekarang?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: