Posted by: deatantyo | July 5, 2010

Seri Filsafat 90 Menit

Judul buku :  Seri filsafat : 90 menit

Penulis :  Paul Strathern

Penerbit : Penerbit Erlangga

Jumlah halaman : 383 halaman (total)

“Begitu cerdas, jelas, singkat dan dalam” – Jim Holt, Wall Street Journal

Buku seri Filsafat “90 menit” adalah intepretasi singkat yang handal dari pemikir – pemikir dunia khususnya dalam bidang filsafat. Buku ini mengupas pemikiran filosofis mereka dengan gaya serius tapi santai dan membuatnya menarik bagi semua kalangan.

Menceritakan kisah hidup sekaligus pemikiran para tokoh filsafat bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah, namun demikian sang penulis, Paul Strathern, mengemasnya ke dalam sebuah seri ringkas dari masing-masing tokoh filsafat mulai dari Plato, Aristoteles, Nietzsche, hingga Descartes.

Pada buku 90 menit bersama Plato, Paul Strathern menuliskan pemikiran sekaligus riwayat hidup Plato. Bagaimana misalnya ambisi Plato yang pada awalnya ingin menjadi seorang pegulat namun kemudian pupus gagal mencapai Olimpiade. Kegagalan itu lalu membuahkan sebuah pertemuan dengan sang guru Sokrates yang perlahan tapi pasti mengantarkannya menjadi seorang filsuf yang masih terkenang hingga kini. Dalam seri ini, Paul Strathern memberikan penjelasan yang jernih beserta pengetahuan yang mendalam atas hidup dan gagasan Plato, sekaligus cukilan karya-karya Plato terpilih.

Pada buku 90 menit bersama Aristoteles, Paul Strathern memperkenalkan dengan cerdas sosok Aristoteles. Pada buku ini diceritakan bagaimana Aristoteles menulis semua hal -terkait perannya sebagai seorang filsuf- dari mulai morfologi makhluk hidup hingga sterilitas, dari mulai spekulasi atas kodrat jiwa hingga meteorology, puisi dan seni, bahkan tafsir mimpi. Diatas itu semua, Aristoteles diakui sebagai peletak dasar logika. Ia membuat pemahaman akan wacana atas dunia berkembang dalam  sebuah gaya yang sistematis. Pada seri ini dilampirkan pula kronologi kehidupan Aristoteles baik dalam masa hidupnya maupun perkembangan filsafat selanjutnya yang lebih luas.

Selanjutnya, pada buku 90 menit bersama Nietzsche, Paul strathern membuka wacana atas stigma banyak orang tentang filsafat. Betapa filsafat tampak berbahaya bagi semua orang, terlebih ketika berada pada konsep yang dibangun Nietzche. Filsafat Nietzsche tersusun dalam bentuk aforisme yang penuh dengan muatan psikologi. Namun begitu, filsafat yang dibawa Nietzsche dinilai brilian, persuasif, dan tajam disbanding dengan yang pernah ada sebelumnya. Konsep utamanya adalah “Will to Power” (kehendak berkuasa), sebuah konsep yang menurutnya menjadi dasar atas impuls manusia untuk bertindak. Agama ia anggap sebagai sebuah “pemutarbalikkan yang tak disadari” dari konsepnya itu. Semua ini yang membuat Nietzsche dikenal dengan kalimatnya yang melegenda, “God is dead”. Nietzsche pun mati dalam kondisi gila di akhir hayatnya.

Seri selanjutnya adalah 90 menit bersama Descartes. Seorang jenius asal Perancis. Descartes disebut-sebut sebagai salah satu pembaharu di bidang filsafat yang membangunkan filsafat dari “tidur nyenyak” nya. Zaman modern bagi filsafat dimulai dengan era Descartes. Sejak eranya, keutaman individu dan analisis mengenai kesadaran manusia menjadi dasar bagi filsafat. “Cogito Ergo Sum” menjadi salah satu pernyataan paling melegenda dalam filsafat yang lahir melalui lisan seorang Descartes.

Masih banyak lagi tokoh-tokoh filsafat yang dibahas dalam buku seri ini. Semisal : Sokrates, Confucius, Sartre, Kant, Hegel, hingga Machiavelli. Paul Strathern mengajak kita menyelami tokoh – tokoh filsafat serta kehidupannya melalui sebuah pemaparan yang sederhana dan memukau, serta dirangkum dalam kemasan yang singkat namun dalam.

Richard Bernstein, New York Times, memberikan komentar tentang buku ini, “Ditulis dengan baik, jernih, dan jelas, buku ini mengandung pengertian yang begitu hidup tentang filsafat, saya begitu sulit untuk berhenti membacanya.”

——

Paul Strathern sendiri merupakan dosen pengajar di bidang filsafat dan matematika. Ia juga merupakan seorang penulis novel dan pernah mendapatkan penghargaan Somerset Maugham.

Dea Tantyo


Responses

  1. kayak pernah liat bukunya,,,,,

  2. Gimana, bagus ga bukunya? nuhun okta😉

  3. Bisa minta resume untuk buku 90 menit bersama descartes?? pentiiiing bgt! saya butuh besok jam 9 bisa?
    makasih bgt sebelumnyaa… :’)

    • Ya sorry for late reply. Baru pulang kampung lagi di blog nih.🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: