Posted by: deatantyo | June 14, 2010

Surat untuk Allah

Sekali lagi ya Allah…

“Biarlah, cukup kugemakan berita itu pada-Mu, bukan pada manusia. Biarlah kulepaskan semuanya cukup melalui hati, melalui doa-doa yang kuterbangkan menuju langit-langit-Mu.”

Bismillah.

Kepada yang Maha Terhormat, Allah. Kuhaturkan sapa dengan setiap nama baik-Mu. Dari segenap hatiku.

Mungkin sudah lama kita tak bertegur sapa. Kini senang rasanya kita bisa berjumpa lagi. Awalnya aku enggan mengabarkan kisahku pada-Mu. Aku malu. Terlebih mengingat dosa-dosaku. Aku memendamnya. Tapi siapa yang tahu kapasitas hati? Seberapa besar ruang-ruangnya mampu menahan beban-beban yang makin hari makin memberatkan: tentang hidupku, tentang orang-orang disekitarku. Tentang masa lalu, tentang yang terjadi kemarin dan hari ini. Tentang dia, tentang mereka, tentangku. Bahkan tentang hati itu sendiri atau rasa yang berpendar di dalamnya.

Ingin kuberitakan pada-Mu ya Allah, tentang banyak manusia yang pernah kusakiti, tentang manusia yang kukecewakan. Juga tentang perhatian dan pandangan manusia : yang mencaci, mendengki, dan senantiasa memprasangkai. Atau juga tentang mereka yang menyukai dan memuji, yang simpati, yang berharap, yang menilaiku hebat, yang menganggapku luar biasa tanpa tahu besarnya aib yang selalu saja Kau tutupi. Aku bermaksud mengabarkan semuanya. Karena aku lelah, ya Allah. Dan akhirnya aku memilih-Mu.

Tapi kemudian aku diam. Aku bingung harus memulainya darimana. Ingin kulepaskan semua yang tersembunyi. Agar lepas pula simpul beban yang menggelayut. Ah, tapi temali bersimpul ini terlalu banyak, dan aku ragu harus memulainya darimana, agar semua mengerti.

Namun siapa yang peduli. Toh aku beruntung memiliki-Mu. Bukankah Kau Maha Besar, Yang Maha Mengetahui segala isi hati? Bukankah Kau yang menakdirkan masalah dan yeng menyediakan jalan keluar atas setiap masalah? Bukankah Pena-Mu telah terangkat dan tinta-tinta Mu telah mengering menyelesaikan skenario hidup setiap manusia?

Rabbi, maka surat ini menjadi tak penting. Karena tentu Kau tahu semuanya. Allah, Aku memilih perhatian-Mu, dibanding perhatian manusia.

Biarlah, cukup kugemakan berita itu pada-Mu, bukan pada manusia.  Biarlah kulepaskan semuanya cukup melalui hati, melalui doa-doa yang kuterbangkan menuju langit-langit-Mu.

(Al Fakir Ilallah, Dea Tantyo)


Responses

  1. Mengcopy surat ini.. dah kukirim juga pada-Mu.. T_T

    subhaanallaah..🙂

  2. Silahkan Mba, selama membawa kebermanfaatan. Insya Allah hikmah milik kita semua…

  3. How Allah Loves u…
    may Allah Godbless u, godbless us…
    Never give up, to be a better person.
    Percayakan pada Allah..

  4. i think it doesn’t matter if we’re not known and it doesn’t matter if we’re not praised. It doesn’t matter if we are blameworthy according to people, It’s not about who we are in theirs, but it’s all about we are praiseworthy with Illahi Rabbi the Mighty and Majestic🙂 Wallahu Alam bis-shawab.. Be mindfull of Allah swt


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: