Posted by: deatantyo | May 31, 2010

Mavi Marmara dan Luka Palestina

“Hingga nanti setiap pepohonan dan bebatuan dengan tegas meriakkan luka demi luka sucimu.”

Oleh : Dea Tantyo

Atas namamu Palestina…

Entah sampai kapan luka-lukamu pulih? dan entah hingga berapa kali lagi letupan-letupan itu menembus dada. Dan kini sekali lagi, mereka membabi buta. Menerjang banyak nyawa tak berdosa.

“kami dikepung dari kiri kanan laut dan udara”, “banyak tentara turun ke kapal, dan menembaki relawan yang ada”. “Menahan, memborgol, membunuh”. “Menumpahkan dengan keji peluru-peluru tajam ke banyak tubuh tak berdosa”. “menembaki setiap jengkal leher dan kepala”

Zionis Laknatullah. Bagi mereka manusia layaknya boneka. Tak puas mereka regang ribuan jiwa di Palestina. Kini, mencabik-cabik banyak nyawa di Mavi Marmara. Freedom Flotilla.

Dan lihatlah, Palestina. Kembali tanah, air, dan langitmu disimbahi darah. Mereka membungkam setiap pekik rindu untukmu. Mereka pasung jiwa dan raga yang bergegas dan berpadu menujumu. Mereka membuat makar dan menginjak-injak kemanusiaan. Mereka membantai, melucuti, membungkam, membunuh, dan memasung berbagai upaya bantuan, relawan, kaum muslimin serta siapa saja yang mereka kehendaki.

Bangkitlah Marmara! Tetap tegak Palestina! Mereka bisa melakukan semua itu. Tapi siapa yang bisa memasung doa yang digemakan menuju langit-langitmu? Siapa yang bisa membungkam takbir yang dipekikan dari seluruh bumi untukmu? Katakan, siapa yang bisa membungkam makar Allah? Siapa yang mampu menahan janji-Nya hingga nanti setiap pepohonan dan bebatuan dengan tegas meriakkan luka demi luka sucimu.

Ya Rabb, tolong kami, dan ganti setiap kematian dengan syahid di Jalan-Mu. Perkenankan kiranya, Engkau kabulkan setiap qunut, sholat ghoib, dan doa-doa yang menggema dari setiap penjuru langit dan sudut bumi. Kemudian menangkan… menangkan ya Rabbi, setiap perjuangan di Jalan-Mu.

“Tidak akan terjadi hari kiamat sebelum kaum Muslimin memerangi orang-orang Yahudi. Kemudian kaum Muslimin membunuh mereka sampai orang Yahudi bersembunyi di belakang batu atau pohon. Maka batu -atau- pohon itu berkata : Wahai Muslim, wahai hamba Allah, ini di belakangku ada Yahudi, kemarilah lalu bunuhlah.” (HR Bukhairi Muslim)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: