Posted by: deatantyo | May 29, 2010

Ya, OSPEK!

“Selamat datang mahasiswa baru. Ospek yang sudah disiapkan silahkan dinikmati. Silahkan disyukuri…”

Oleh : Dea Tantyo

Ya, tampaknya ada ribuan tafsir tentang ospek. Tidak ketinggalan, ada ribuan cara, pola, atau metode yang mengaminkan berupa-rupa definisi ospek. Bervariasi, bermacam-macam.Namun bisakah sesaat kita samakan persepsi bahwa ospek sepatutnya membawa kemaslahatan, kebaikan, atau kemanfaatan? atau minimal tidak merugikan pihak yang lainnya?

Sampai disini, tunggu dulu. Sayangnya, sebagian kita tentu menolak persamaan persepsi itu. Alasannya banyak dan beragam. Kekerasan dan kekejaman dijawab dengan mengatasnamakan budaya kerja organisasi. Sebagian lagi menganggap moment aktualisasi diri atau saatnya bereksistensi. Sebagian menafsirkan sebagai kewajiban yang mesti dituruti. Paling kasihan, beralasan kekerasan ospek sebagai curahan balas dendam. Paling getir, menganggap kekejaman ospek sebagai selingan perkenalan.

Kasihan. Paradigma kita seakan terpenjara. Membenarkan apa yang dilakukan. Mendalilkan apa yang diamalkan. Pihak yang mendukung seketika menjadi bagian mayoritas. Sedang pihak yang menentang harus puas jadi bagian minoritas. Itupun mending, kalau tidak sampai dimusuhi satu angkatan kepanitiaan. Maka saat itu, pola pikir kita seketika menjadi kerdil.

Tahun berganti tahun, kita mempersiapkan cara baru yang katanya lebih manusiawi. Masalah dianalisis, keburukan diidentifikasi. Sim salabim. Alih-alih lebih baik, ospek malah menawarkan jasa baru kekerasan dalam tampilan yang diperhalus. Dan kitapun tersihir. Lalu di ninabobokan dengan kesalahan. Kita terlampau nyaman dengan kekeliruan. Dan akhirnya, benarlah apa yang pernah disampaikan dengan lugas oleh Sayyid Quthb, pejuang yang mengakhiri hayatnya di tiang gantungan….

“Semua itu mengungkapkan kebingungan mematikan,
yang tiada ketenangan dan kedamaian di dalamnya.
Mengungkapkan keadaan jenuh
yang telah mencapai titk terendah…
Dijadikan dunia ini indah bagi mereka,
lalu mereka berhenti pada batasnya,
Terantuk. Tak mampu melampauinya, tak kuasa menembusnya”.

Sebagian akhirnya tersesat bergembira. Bergembira dalam sesat.
Berusaha menampilkan tafsir baru ospek, dalam rupa kesalahan yang diwajarkan.
Padahal seharusnya kita sadar…
bahwa kebenaran, seringkali tidak membutuhkan logika penalaran…

——-
Masalah hari ini, tidak bisa dipecahkan dengan pola pikir yang sama pada saat ini. Tapi teruslah berdoa, teruslah berjuang, teruslah berstrategi. Sekecil apapun yang bisa kita lakukan. Terus, terus, dan terus. Karena Allah lebih melihat proses, bukan sekedar hasil. Dan selama ospek mencederai nilai-nilai kemanusiaan, selama itu pula ospak harus digugat!

Sebuah mosi tentang getirnya sebagian ospek Indonesia.

Ah, ospek memang terlampau membingungkan


Responses

  1. Kakak, bantu saya..

    • Bismillah, Insya Allah kalau saya bisa, saya bantu. Tetap semangat terus Daicy.

  2. ada istilah “Ospek sudah menjadi Budaya Kampus”..yang pastinya dengan hal-hal yang selama ini sering dilakukan yaitu dengan adanya perpeloncoan…ketika ada yang mau merubah sistem kerja ospek dengan hal-hal yang lebih positif dianggap telah merusak budaya yang ada…padahal budaya yang ada ada termasuk budaya jahiliyah….

  3. Sebenarnya ga ada yg salah dgn ospek. Bahkan saat ospek telah mjd budaya sekalipun. Krna dgn ospek efektivitas pengenalan kampus akan lbh sistematis. Namun sayang, banyak distorsi di lapangan.

    Maap, kalo postingany kurang lengkap. Kalau smpt nanti sy buat artikel yg lbh ilmiah ttg ospek. Hasil diskusi trbuka dg beberapa lembga kampus waktu itu. Trmksh y sudah mampir.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: