Posted by: deatantyo | May 29, 2010

Ultimate Upgrading Senator Unpad

Apa yang membuat ikatan persaudaraan menjadi begitu indah, berharga, dan tak terbayar oleh apapun? Ah, jawabannya sederhana…

Oleh : Dea Tantyo

Sabtu-Ahad, 12-13 Desember 2009. Menjadi salah satu hari luar biasa yang pernah terekam dalam hidup saya. Hari dimana suka dan duka berelaborasi menjadi romantika yang semakin mengeratkan persaudaraan kita. Membersamai kalian para perwakilan senator seluruh Universitas Padjadjaran telah menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi saya.

Dan lihatlah kawan, hingga kini kisah itu masih terekam jelas dalam imajinasi saya. Berputar-putar, meliuk indah dalam ingatan.

Masih ingatkah kau, saat satu demi satu agenda kita lalui bersama; tentang materi yang membakar dan mencerdasakan yang membuat kita terpacu untuk terus bergerak? Atau tentang sharing masing-masing BPMF yg luar biasa? yang membuat kita tersenyum bahwa suka dan duka itu ternyata kita rasakan pula bersama, lalu kita terpacu untuk membangkitkan karya baru dalam gerak-gerak kita…

Atau tentang ini…
masih ingatkah kawan, saat larut malam nan hujan itu, kita berdebat ria bersama dalam absurd, namun kita tertawa ria karena entah darimana datanglah banyak kata: tentang dialektika, retorika, judicial review, trust, visualisasi, hingga puisi langit mendung? entahlah apa maksudnya…

Atau saat kita bermandikan lumpur, kemudian kita tertawa, lalu kita berlomba, lalu tertawa lagi, lalu mencari-cari alasan kekalahan, atau sekedar berbangga dengan kemenangan? atau saat kita berfoto ria, makan bersama, bernarsis dalam kata dan gaya, dan masih, masih banyak lagi…

Indah.

Ya, kemarin bersama dengan kalian, telah menjadi romantika tersendiri yang tak pernah pupus termakan waktu. Kegembiraan, canda, tawa, kecewa, duka, kesulitan, rasa lelah atau keanehan-keanehan kita…dan semua yang pernah ada dalam kebersamaan ini, telah melahirkan kegemilangan yang tiada duanya dalam perjalanan kelegislatifan kita. Puncak persaudaraan yang menembus langit-langit ini, menjadi fragmen nilai yang abadi. Ah, indahnya kebersamaan dalam perjuangan.

Akhirnya, sejarah yang penuh cinta dan atmosfer persaudaraan ini menjanjikan keagungan karunia berupa mimbar cahaya, mimbar yang membuat iri jajaran manusia-manusia mulia. Bukankah Allah ‘Azza wa Jalla pernah berfirman…

‘Mereka yang saling mencintai karena keagungan-Ku mempunyai mibar-mimbar dari cahaya yang diinginkan oleh para Nabi dan para Syuhada.” (HR At Tirmidzi dari Mu’adz bin Jabal)

Dan rasanya ingin kukoreksi habis puisi Sapardi Joko Damono yang menyatakan bahwa tiada yang arif, bijak atau bahkan lebih indah dari hujan bulan Juni. Karena nyatanya keindahan itu kudapat di bulan Desember.

——————–

(Sebuah apresiasi atas ketulusan dan setiap lelah panitia dan semua yang berkontribusi dalam sunyi pada Ultimate Upgrading 2009. Biarlah Allah saja yang melihat dan mengganti kerja keras ikhlas itu. In the end, the something you take si equal to the something you give. Terima kasih kepada seluruh pemateri yang dahsyat, untuk semua teman-teman yang ruar biasa, juga kepada Mas Salim A Fillah dan Mas Sapardi Joko Damono, kutipan kata-katanya saya pakai tanpa izin. Dan semua yang belum di tag karena lupa, gak muat, belum ada, atau rada susah nyari FB nya. Punten pisan yak.)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: