Posted by: deatantyo | May 29, 2010

Mari Bersihkan Hati Menjelang Ramadhan

“Demi Allah, amalku tidak lebih daripada apa yang engkau saksikan itu. Hanya saja aku tidak pernah menyimpan pada diriku niat yang buruk terhadap kaum Muslim, dan aku tidak pernah menyimpan rasa dengki kepada mereka..”

Oleh : Dea Tantyo

Tak terasa hampir 12 bulan berlalu sejak kita meniti jejak ramadhan terakhir. Suka, duka, rindu, benci, dengki, getir, haru, semua berkumpul menjadi satu, berjalan berkelindan dalam keseharaian. Kita meyakini sejadi-jadinya bahwa banyak perkataan dan perbuatan kita yang kerap menyakiti, menusuk, dan meninggalkan luka terdalam bagi orang lain. Entah yang saya sengaja, atau tidak sengaja. Entah yang dirasa, atau tidak terasa…

Anas Ibn Malik ra, menceritakan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Al-Nasa’i, perihal orang yang disebut-sebut sebagai penghuni surga.

Diceritakan oleh Anas ra, “Suatu hari kami bersama para sahabat yg lain duduk dalam satu majlis bersama Rasulullah SAW. Di tengah-tengah memberi wejangan, beliau berkata, “Sebentar lagi akan lewat di hadapan kalian seorang lelaki penghuni surga”. Tak lama berselang, tiba-tiba muncul seorang lelaki anshar dengan janggut masih basah oleh air wudlu. Ia berjalan dengan tangan kiri menjinjing sandal”.

Keesokan harinya dalam kesempatan yg sama, Rasulullah kembali berkata serupa, “Akan datang seorang lelaki penghuni surga”. Tak lama kemudian, lelaki itu kembali muncul. Dalam kesempatan yg lain, untuk ketiga kalinya Rasulullah mengatakan hal yang sama.

Demi menghapus rasa penasaran, sahabat Abdullah Ibn Amr Ibn Al-Ash mengikuti lelaki anshar yang disebut-sebut Rasulullah sebagai penghuni surga. Kemudian Ia memeinta izin untuk bermalam di rumah lelaki tersebut selama 3 hari.

Singkat cerita, hingga malam ketiga, Ibnu Amr tak melihat sesuatu yg istimewa dalam ibadah si lelaki, sampai ia hampir saja meremehkan amalan ibadah lelaki itu. Akhirnya Ibn Amr berterus terang kepadanya,

“Hai hamba Allah, sebenarnya aku hanya ingin membuktikan apa yang telah dikatakan Rasulullah tentang dirimu. Beliau mengatakan dalam sebuah majlis hingga 3 kali, ‘Akan datang seorang di antara kalian lelaki sebagai penghuni surga’. Aku ingin memperhatikan amalmu supaya aku dapat menirunya. Mudah-mudahan dengan amal yang sama aku mencapai kedudukanmu.”

Orang itu berkata, “Yang aku amalkan setiap hari tak lebih dari apa yang kau saksikan”. Saat Ibn Amr hendak berpamitan pulang, orang itu kembali berkata, “Demi Allah, amalku tidak lebih daripada apa yang engkau saksikan itu. Hanya saja aku tidak pernah menyimpan pada diriku niat yang buruk terhadap kaum Muslim, dan aku tidak pernah menyimpan rasa dengki kepada mereka atas kebaikan yang diberikan Allah kepada mereka.” Lalu Abdullah bin Amr berkata, “Begitu bersihnya hatimu dari prasangka buruk dan perasaan dengki kepada orang lain. Inilah nampaknya yang membuatmu berada di tempat yang mulia itu. Inilah justru yang tidak pernah bisa kami lakukan.”

Maka menjelang Ramadhan ini, dengan segala kerendahan hati, atas segala khilaf, mari saling mendoakan dan maaf-memaafkan. Tak mudah memang berharap jaminan surga seperti kisah diatas, tapi setidaknya tidaklah berlebihan jika pintu Ramadhan nanti menjadi momen bagi kita untuk saling berlapang hati.

Ah, naif memang ketika dosa ini baru dilimpahkan menjelang ramadhan,
dan kesadaran ini baru datang menjelang senja…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: