Posted by: deatantyo | May 28, 2010

Sejenak Bersiap Menuju Ramadhan

Wahai orang yang selalu mencari dan beramal kebaikan, bergembiralah. Wahai orang yang mencari dan berbuat amal keburukan, berhentilah. Seruan ini terus didengungkan sampai akhir bulan Ramadhan.” (HR Ahmad dan Nasa’i)

Oleh : Dea Tantyo

Ah, sudah sampai batas mana usia kita hari ini? Telah seberapa banyak dosa yang kita lakukan hingga hari ini?

Duduklah disini saudaraku. Menghela nafas panjang. Diam. Nikmatilah saat kita melewati detik-detik penantian. Hanyutkan rasa dan pikiran kita untuk menerima kedatangan tamu agung. Ingatlah bagaimana langkah demi langkah perjalanan usia kita. Renungi tahap demi tahap waktu hidup yang telah kita lewati.

Sekarang, kita akan memasuki kembali sebuah bulan yang tak ternilai kemuliaannya. Sebuah bulan yang tak terbayar mahalnya oleh usia kita sendiri. Oh, sampai batas mana usia kita ada disini? 20 tahun, 40 tahun, 80 tahun? Sementara satu malam di bulan mulia itu, bernilai lebih dari kebaikan sepanjang 83 tahun. Khairun min alfi syahr, lebih baik dari seribu bulan.

Di bulan ini tersemai berkah, rahmat, dan maghfirah. Nafas-nafas menjadi tasbih, tidur menjadi ibadah, amal-amal baik dilipatgandakan, dan doa-doa terijabah. “Barangsiapa melakukan puasa di bulan Ramadhan, disertai iman, dan ingin memperoleh keridhoan Allah, dosanya yang lalu akan diampuni.” (HR Bukhairi)

Mari saudaraku, ini adalah masa-masa kita melakukan pemanasan untuk berlomba memperoleh berkah dan rahmat bulan Ramadhan. Bersiaplah untuk menyedikitkan waktu tidur. Bersiaplah untuk lebih banyak mengeluarkan shadaqah. Bersiap untuk berdiri berlama-lama menunaikan shalat-shalat fardu & sunnah. Bersiap menggiatkan bacaan Al Quran. Bersiap untuk bertahan tidak melanggar larangan-larangan Allah.

Saudaraku, seandainya Allah memanjangkan umur kita nanti, dan mempertemukan dengan bulan itu, mari tanamkan rasa bahwa ini Ramadhan terakhir kita. Dan segera hijrahkan. Segera hijrahkan hati kita, untuk sejenak beriman dan memperbaiki hati.

“Dua hal yang kusesali. Hari-hari yang panas tanpa kesejukan puasa. Malam-malam yang dingin tanpa kehangatan shalat.” (‘Abdulllah ibn ‘Umar, RA)

Sumber :
Ringkasan Shahih Muslim, Mencari Mutiara di Dasar Hati, Saksikan bahwa Aku Seorang Muslim


Responses

  1. Ramadhan.. we’re coming.. Biidznillaah..

    Ana copas hadits yang awal ya.. =)

    Syukran..

    • Tafadhol. Semoga bermanfaat.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: