Posted by: deatantyo | May 28, 2010

Mesra Indonesia – Malaysia

“Lebih suka kami melihat Indonesia tenggelam ke dasar lautan, daripada melihatnya sebagai embel-embel daripada negara asing!”.

(Bung Hatta)

Oleh : Dea Tantyo

INDONESIA – MALAYSIA

Betapa tiada habis-habis rasanya, konflik kalian dilahap masa.
Sejak dulu, kisahmu begitu menggoda untuk diperbincangkan.
Politik, budaya, olahraga, rasanya belum cukup untuk menutup dahaga episodemu.
Kanvasmu dibalur mesra ribuan kuas-kuas warna :
Batik, Reog, TKI, Rasa Sayange, Sipadan Ligitan, Badminton, Sepak bola.
Oh indahya.

MALAYSIA,

Ada apa denganmu? Tanganmu kerap diam-diam merenggutku.
Kau genggam, kemudian kau tarik mesra daulat-ku.
Padahal tahulah semua, bahwa aku, kau, dan kita bukan satu muhrim,
Maka jelas dilarang kita saling bersentuh.
Dari dulu selalu begitu.
Manis bagimu, Pahit untukku.
Mungkin saja tidak semuanya benar,
tapi bisa jadi tidak semuanya jua keliru.
Dari dulu, memang selalu begitu.

INDONESIA,

Ada apa denganmu?
bak terserang demam batuk flu
Aku pilu melihatmu.
Bingung, sungguh aku bingung.
Besar tubuhmu serasa kecil dihadapan mereka.
Kerdil mereka, serasa goliat dihadapan kita.

Indonesiaku,
Ingatkah kau tentang 2 pulau itu
tentang Sipadan Ligitan.
tentang sia-sialah perjuangan Bapak kita dulu kala
selama belasan tahun memperjuangkan keduanya
dalam wilayah Yurisdiksi kedaulatan NKRI
Lepaslah sudah pulau kita.
1-0 untuk sementara

Indonesiaku,
Sebentar saja, ingatkah kau tentang lagu itu
tentang rasa, tentang sayang, kita menyebutnya “Rasa Sayange”
Diklaim sudah lagu kita, sebagai hits promosi pariwisata mereka.
Dirubah liriknya, kemudian diakui miliknya.
Direbutlah lagu kita.
2-0 skor selanjutnya

Indonesiaku,
sedikit saja, masih terngiangkah tentang Batik yang mereka patenkan.
maka haritage menjadi tidak berarti disana.
Terancam sudah batik kita.
3-0 dibantai sudah

Oh Indonesiaku,
Sudahi saja semuanya
kamudian waspadalah
Karena bisa jadi, Ambalat…
antrian korban selanjutnya.

Atau bagaimana kiranya,
Kalau kita ikhlas saja,
selanjutnya bergegas mengeja derma
“Malaysia, Ambalatku silahkan kau sikat saja.”

Dua pilihan. Itu saja.
Terserah aku, terserah kau, terserah kita.
Duhai Indonesia.

“Lebih suka kami melihat Indonesia tenggelam ke dasar lautan,
daripada melihatnya sebagai embel-embel daripada negara asing!”.
(Bung Hatta)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: